Hampir Setahun

Hampir setahun sudah kamu pergi. Hampir setahun yang lalu pula terakhir kali aku menginjakkan kakiku di kota ini.

Cilacap.

Bercahaya?

Sesungguhnya agak blur.

Sureal.

Sebelumnya aku tak pernah hafal jalanan kota ini. Aku tidak pernah berniat menghafalkannya. Ada kamu.

Semenjak kamu tak ada, setiap sudut dari kota ini bagaikan memproyeksikan hologram sosokmu. Di sebelahku, di sudut perempatan, di pinggir jalan. Random.

Aku yang bodoh secara spasial ini, mendadak menjadi 27.5% lebih cerdas mengenai kota ini, dibanding Google Maps. Huh!

Pagi ini tadi aku kunjungi tempat ragamu bersemayam. Semua nyeri itu seakan terputar kembali di depan mataku.

Sakit.

Ternyata masih sakit.

Selama ini ternyata aku hanya menghindari sakit.

Melarikan diri.

Kubersihkan salibmu sambil berkhayal wajahmulah yang kubasuh. Kuceritakan mengenai kau yang tak lagi bisa bersenda dengan Tara, sambil berusaha menjelaskan pada diriku sendiri bahwa kau tak lagi ada. Tak lagi ada untukku.

Self defense mechanism.

Biasa.

Drama.

Selama setahun ini aku terus mencoba mencari tahu, apa yang dimaui oleh hidup. Apa yang diinginkan oleh yang memberi hidup. Bagaimana aku harus melanjutkan hidup.

Tanda tanya-tanda tanya.

Ah sudahlah.

 

NB: Tara, dan banyak teman kita titip salam. Sleep well, Bu…

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s