Percikan Keajaiban-Keajaiban Kecil

image

Tara dan Tantra adalah dua orang saudara sepupu yang hanya terpaut 5 bulan dan hampir tidak pernah terpisahkan.

image

Di rumah kami, dua orang malaikat kecil ini adalah pusat alam semesta. Penghibur di saat lara, penyemangat di waktu sepi, tapi juga perusuh di masa tenang. Sungguh mereka adalah segalanya.

Setiap hari adalah mukjizat, setiap hari adalah keajaiban, karena selalu ada pertunjukkan baru yang mereka suguhkan bagi kami semua. Mereka belajar dan mengindera dunia dengan alam pikir mereka sendiri yang sangat terbatas lalu berusaha menginterpretasikannya sebatas mereka mampu. Hal ini selalu menimbulkan kelucuan-kelucuan kecil lewat keluguan yang sungguh menakjubkan. Mereka menyerap dunia ini bagaikan spons, bahkan lebih cepat dari spons.

image

Maka kami yang sudah lebih berpengalaman mengindera dan menginterpretasikan dunia ini, harus betul-betul berhati-hati dan menjaga apa yang kami presentasikan kepada mereka dalam kehidupan sehari-hari. Ini mungkin menjelaskan mengapa saya meng-uninstall Pro Evolution Soccer dari PC saya dan mengungsikan X-Box ke tempat yang aman. Sungguh sulit mengontrol mulut saat hubungannya dengan urat kompetitif terbalut testosteron dan adrenalin.

Satu hal yang menurut saya luar biasa dari anak-anak ini adalah kemampuan mereka berlogika: Dari bayi, kami berempat, Saya, Diana, Yudhis dan Reno, sebenarnya tidak pernah secara sengaja memperkenalkan peran gender bagi Tantra dan Tara. Kami tidak pernah melarang Tara bermain mobil-mobilan, atau menghalangi Tantra untuk bermain masak-masakan. Kami biarkan saja mereka bermain sesuai yang mereka senangi.

Ajaibnya, tanpa diarahkan, Tantra tergila-gila pada hal-hal mekanis, mobil, crane, front loader, excavator, truck dan sebagai sehingga berada dalam perjalanan adalah anugerah baginya, berada di carwash adalah petualangan dan cerita pengantar tidur yang paling menarik baginya adalah cara kerja helikopter. Sangat maskulin.

image

Sementara itu, Tara, tanpa diminta, juga cenderung memilih kegiatan-kegiatan yang bersifat feminim. Cenderung memilih barang berwarna pink, mencoba-coba aksesoris seperti gelang dan kalung, minta dipakaikan kuteks, mencoba memakai lipstick, dan make up yang lain seperti bedak, lipstick, dan lotion, juga mencoba sepatu perempuan yang berukuran jauh lebih besar.

image

Mungkin saya menganggap itu sebuah keajaiban karena saya meremehkan kemampuan mereka dalam berlogika. Mereka melihat kami setiap hari di rumah dengan rutinitas masing-masing. Saya dan Yudhis mengendarai motor, mobil dan sepeda, sementara Diana dan Reno secara rutin menggunakan make up, mengenakan aksesoris, dan mematut-matut sepatu. Tampaknya Tantra dan Tara mengindera semuanya ini dan memprosesnya secara kognitif lalu mengidentifikasi dan menginteralisasi peran gender ini, lalu mengaplikasikannya. Proses kognitif yang cukup advance sebenarnya.

Mereka selalu menganggap lemari baju saya sebagai moda transportasi imajiner bermerk Toyota Innova warna coklat, dan biasanya mereka keluar masuk lemari itu sambil berkhayal berpindah tempat dari rumah ke Bekasi, rumah Om saya. Tantra selalu bertindak sebagai sopir sedangkan Tara yang menumpang.

Pagi ini Tara melakukannya sambil berkata, “Tantra Bapak Bagas, Tara Ibu Diana…”

image

Cukup “mak tratap” sih mendengarnya, karena awalnya saya tidak tahu apa yang membuat Tara menyebut “Ibu Diana”. Tara tidak pernah menyebut “Ibu Diana” kalau tidak ada yang member stimulus mengenai Ibunya. Saya kontan mencari sumber dari ucapannya itu, foto, atau gambar atau baju atau apa pun milik ibunya dulu, tapi tidak ada. Otomatis saya bertanya dalam hati, “Apa Tara melihat Ibunya di salah satu sudut ruangan ini?” lalu saya ikuti arah pandangannya, yang ternyata tidak ada apa-apa juga, dan Tara juga tidak benar-benar fokus ke titik itu. Hanya sepintas lalu saja.

Setelah beberapa lama baru saya sadari bahwa Tara mengidentifikasikan Tantra sebagai satu golongan dengan bapaknya, entah namanya apa, sedangkan dia sendiri berada di satu kategori yang sama dengan ibunya entah juga namanya apa. Pengenalan peran yang sempurna yang dilanjutkan dengan permainan peran (role play) sesuai dengan proses pengenalan itu.

image

Berlebihankah kalau saya sebut ini sebagai keajaiban?

Berlebihan atau tidak, mereka akan selalu menjadi keajaiban-keajaiban kecil yang meledakkan berjuta warna dalam hidup kami.

image

NB: Semoga bapak-bapak yang baca blog ini jadi selalu ingat betapa cepat jenius-jenius cilik ini menangkap dan meniru apa yang mereka indera jadi lebih berhati-hati menjaga mulut. Jangan remehkan kemampuan meniru mereka!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s