Potty Training: The Saga Continues

Akhirnya Tara mau duduk di potty untuk pup.

Setiap kali Tara mulai gelisah mengakses pojok favoritnya untuk pup, saya memang masih harus mengingatkan dengan bertanya, “Mbak Tara mau pup?” Reaksinya pasti sangat kooperatif dengan mengangguk lalu menggandeng saya untuk mengambil potty warna preferensinya hari itu. Kadang potty warna pink kadang warna kuning.

image

Potty itu kemudian dibawanya ke satu pojokan di kamar, kemudian Tara akan duduk di atas potty sambil minta diselimuti dengan selendang batiknya.

Jika awalnya Tara pasti meminta saya untuk duduk di atas potty juga, akhir-akhir ini sudah tidak. Saya bisa menulis blog ini sementara dia pup sambil memasak tongseng dan menyelamatkan hiu yang hampir ditongseng. #ngok

image

Satu level terlewati. Level selanjutnya adalah bagaimana membuat pup di potty sebagai habit, sehingga alih-alih bersembunyi ke belakang kursi Tara bisa dengan otomatis mengambil potty-nya sendiri dan pup di situ.

Sementara saya tetap harus berhadapan dengan kendala psikologis terkait gag reflex saya, walau sudah mendingan karena porsi interaksi saya dengan momok saya itu semakin berkurang.

Seusai pup biasanya Tara akan bilang “Sudah selesai…dibersihkan…” Setelah itu biasanya saya angkat seperangkat potty beserta anak kecil di atasnya ke kamar mandi untuk dibersihkan. Baru di situ saya berhadapan dengan gag reflex.

Fiuuh…

Pokoknya senang dan bangga walaupun sadar bahwa perjuangan kami masih panjang.

Terus bantu Bapak ya, Nak…

image

Iklan

2 pemikiran pada “Potty Training: The Saga Continues

  1. Mas mau nyoba gak pasang yg kaya panjatan dan dudukan langsung d kloset?.. Kan ngirit waktu ngwbersihin pottynya.. Siapa tauu klo ada adegan manjatnya mbak tara jd semangat!

    1. Terima kasih idenya, bisa dicoba nanti, Mbak Dhira…
      Saat ini saya masih ingin mematahkan ketakutan Tara terhadap kegiatan duduk di sebuah tempat tertentu saat harus buang air.
      Saat ini, Tara baru mau pup di potty kalau berada di tempat di mana dia merasa paling nyaman: Kamar.
      Pelan-pelan… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s