40

Kemarin, tanggal 2 Mei 2015, tepat 40 hari Diana pergi.

image

Entah ada apa yang istimewa dengan periode 40 hari ini sehingga harus dirayakan dengan istimewa di seluruh dunia dalam berbagai kebudayaan dan kepercayaan. Saya memutuskan untuk memperingatinya dengan mendoakan ujub di gereja dan mengirimkan “ater-ater” untuk tetangga-tetangga. Semoga cukup.

Yesus diangkat ke surga setelah 40 hari bangkit dari kubur.
Yesus berpuasa selama 40 hari di padang pasir sebelum resmi menjadi Nabi.
Musa menerima 10 perintah Allah setelah 40 hari berdoa di Gunung Sinai.
Hujan lebat selama 40 hari menenggelamkan dunia di zaman Nabi Nuh.
Nabi Yunus berada di dalam perut ikan paus selama 40 hari.
Siddhartha Buddha Gautama bermeditasi selama 40 hari sebelum mendapatkan pencerahan. (CMIIW)
Muhammad SAW berpuasa di dalam gua selama 40 hari. (CMIIW)
Ibadah seseorang muslim yang minum minuman keras tidak bisa diterima selama 40 hari ke depan. (CMIIW)
Di usianya 40 hari, kepala anak bayi dalam keluarga Jawa akan dicukur habis.
Empat puluh hari setelah seseorang meninggal, arwah seseorang dipecayai orang Jawa kembali dan bekeliaran di rumahnya.
Puasa mutih untuk laku dalam kebudayaan Jawa dilakukan selama 40 hari.
Bangsa Mesir kuno membalsam mumi selama 40 hari, dan menganggap periode itu sebagai persiapan untuk kehidupan selanjutnya

Begitu berarti periode 40 hari ini di berbagai kebudayaan walaupun terpaut ribuan kilometer.
Ada apa dengan 40 hari?

Kemudian kemarin saya bersama Yudhis dan Bejo melakukan sedikit riset mengenai pentingnya angka 40. Hasilnya belum memuaskan walaupun ada beberapa yang menarik.

40 adalah “semiperfect number” yang bisa didapatkan dengan cara menjumlahkan beberapa bilangan faktornya.
Dengan menandai periode setiap 40 hari secara konsisten selama 9 tahun, penghitungan untuk “tahun matahari” atau “solar year” hanya akan meleset 2 detik saja.
Setiap denyut jantung menghasilkan 1 juta keping sel darah merah yang mengandung besi yang bisa merekam gelombang magnetik. Dalam 40 hari sebagian besar sel darah merah dalam tubuh terbaharui. Source

Sungguh belum ada satupun penjelasan yang bisa memuaskan keingintahuan saya mengenai nilai penting 40 hari. Atau mungkin tidak perlu dicari tahu dan dijalani saja seperti yang saya lakukan sekarang? Sungguh ingin saya sepasrah itu tapi tetap sulit. Jadi kalau ada yang tahu penjelasan yang lebih komperhensif tentang 40 hari ini, tolong cerahkan saya.

Sedikit cerita, tepat di hari ke-40, kendil berisi ari-ari Tara yang kami gantung di samping rumah, tidak dikubur mengikuti arahan tetua-tetua, tiba-tiba pecah tutupnya. Jadi saya harus membongkar kendil itu, memisahkan dan membersihkan sisa ari-ari dari ubo rampe yang dimasukkan bersama dengannya.

Agak mistis rasanya kembali bersentuhan dengan sesuatu yang secara fisik pernah menjadi bagian baik dari Tara maupun Diana. Ngeri, bahagia, sedih, bingung bercampur menjadi satu. Entah apa artinya, entah ada artinya atau tidak, bukan hak saya untuk menjawab.

Beristirahatlah dengan tenang, kamu di sana.

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s