Happy Shaggy Thong Day Everybody #factlentine

lupercalia-large

Jadi tanggal 14 Februari yang dirayakan sebagai hari Valentine oleh masyarakat modern saat ini adalah hari di mana Gereja Katolik memperingati Santo Valentinus. Sebenarnya ada beberapa martir bernama Valentinus dalam sejarah Gereja, tapi secara spesifik yang diacu oleh Gereja pada tanggal 14 Februari ini adalah Valentinus yang dihukum mati oleh Claudius The Goth. Valentinus adalah seorang pendeta yang membantu pasangan Kristen untuk menikah. Mendukung, membantu dan melindungi orang Kristen pada jaman itu (abad ke-3 Masehi) dianggap sebagai tindakan kriminal. Valentinus dihukum mati dengan cara dipukuli dengan kayu dan dirajam dengan batu. Ternyata hukuman tidak cukup untuk membunuhnya, maka akhirnya kepala Valentinus dipenggal. Yamasak dipenggal nggak mati juga!

Ah itu cerita klise mengenai Valentine yang kita tahu sekarang. Yang menarik sebenarnya hari raya yang digantikan oleh Valentine’s Day ini. Jauh sebelum Valentinus hidup, jauh sebelum Kristen ada. Pagan Pre-Roman, sekitar tahun 44 SM,merayakan festival yang bernama Lupercalia pada tanggal 13-15 Februari. Festival Lupercalia dirayakan di awal musim semi dengan tujuan menyucikan kota, mengusir roh jahat, mendatangkan kesehatan dan kesuburan bagi masyarakat kota Roma. Lupercalia diadakan untuk menghormati Lupa, Serigala betina yang menyusui Remus dan Romulus yang dipercayai membangun kota Roma. Lupercalia berasosiasi dengan festival ritual pembersihan di awal musim semi yang lebih kuno lagi dalam peradaban Pre-Roman, Februa, yang (voila) diabadikan menjadi nama bulan tersebut: Februari.

Ya mungkin mereka merayakan berlalunya musim dingin yang menyiksa lahir batin dan menyambut kedatangan musim semi yang lebih hangat dan indah. Musim semi juga biasanya bercurah hujan tinggi, ini berasosiasi dengan pembersihan, pembasuhan, purifikasi.

Kembali ke Lupercalia, festival ini dimulai dengan sebuah ritual persembahan di mana seorang Luperci, atau pendeta tinggi mengorbankan dua ekor kambing jantan dan seekor anjing jantan. Darah hewan kurban itu kemudian dibasuhkan ke dahi dua orang Luperci muda yang kemudian tertawa gembira. Mereka, kemudian diberi celana dalam (thong) yang dibuat dari kulit kambing yang dikorbankan yang disebut februa, mengenakan sisa kulit kambing itu lalu berlari telanjang di sekitar Kota Palatine tua. Dua tangan mereka membawa februa dan menyabetkannya ke penonton yang berkumpul di sepanjang jalan. Para perempuan akan berbaris di sepanjang jalan dan berharap terkena sabetan celana dalam dari kulit kambing ini. Sabetan februa dipercaya dapat mendatangkan kesuburan, mencegah kemandulan, dan membantu memperlancar proses kelahiran.

Gereja Katolik tampaknya tidak terlalu setuju pelaksanaan ritual dan festival pagan, Lupercalia ini, (mungkin karena dianggap cabul ya). Oleh karena itu perayaan Lupercalia kemudian digantikan oleh sebuah perayaan yang sekaligus memperingati Santo Valentinus yang meninggal demi membela cinta dua orang Kristen awal. Festival seks, kesuburan dan penyucian digantikan oleh sebuah perayaan yang lebih tidak saru, perayaan cinta.

Ya memang sebuah monumen jika tidak lagi sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakat dengan perkembangan norma dan peradabannya cenderung untuk diganti dengan yang lebih sesuai. Masyarakat Pagan sangat mengagungkan kesuburan perempuan, keunggulan kemampuan reproduksi, dan seks. Sedangkan Gereja menganggap hal tersebut saru dan tabu. Oleh karena itu bentuknya harus disesuaikan. Kalau menurut saya sih Gereja benar dalam hal ini, bayangin aja kalau di tahun 2012 orang-orang masih mengharapkan disabet celana dalam (thong/g-string) dari kulit kambing yang dibawa oleh dua orang lelaki yang berlari telanjang keliling kota. Kalau saya sih mohon maaf, mendingan naik sepeda Jakarta – Bandung – Jakarta deh. Anyway, setuju atau tidak, fenomena ini ada dan menjadi latar belakang sebuah fenomena yang sangat populer dewasa ini, ya dimaklumi saja.

Nah in term of creativity, why dont you guys whip your lovers with shaggy thong, instead of giving them chocolate or roses or another cliche valentine present. Get back to the root, bros! 😛

Happy Goat Skin Shaggy Thong Day Everybody! Cheers!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s