SATANISM (Sebuah Opini)

SATANISME, kata yang langsung berasosiasi terhadap godog-godogan (rebus-rebusan) bayi, tusuk-tusukan ngambil jantung, pasukan berjubah yang ada hoodie-nya yang bawa pisau warna item, ritual dengan pentagram yang bisa buka pintu neraka dan manggil si Lucifer ke alam nyata sehingga doi bisa menguasai dunia (yang di film2 holywood selalu digagalkan jagoannya), orang-orang yang serem bener mirip marilyn manson mulu mau tidur, ngegame, makan siang atau jalan ke mall…Pokoknya asosiasi yang terjadi pasti serem deh kalo berhubungan dengan kata itu. Ya mohon maaf, kali ini saya ingin membahas tentang satanisme itu

Apa itu Satanisme

Dalam bahasa ibrani, kata Satan berarti adversary, opponent, lawan, musuh. Itu jadi inti ideologi mereka, bahwa mereka melawan, menjadi musuh, antitesis dari semua moralitas, norma dan peraturan yang ada di dalam agama, terutama agama Kristen.

Satanisme sebenarnya adalah penggabungan dari aliran-aliran materialisme dalam satu bendera. Baca prinsip2 dasar mereka di bawah ini, mungkin anda akan temukan beberapa kemiripan dengan aliran-aliran materialis, nihilisme, sosialisme, freudian, atau apa lah.

::>> Mereka tidak percaya adanya Surga sebagai balasan orang berbuat baik dan Neraka sebagai tempat peraduan terakhir mereka yang berbuat jahat. Mereka percaya bahwa manusia hidup di sini dan sekarang. Kehidupan adalah kepuasan dan kemewahan besar, sedangkan kematian adalah kekosongan yang absolut. Manusia hanya dikendalikan oleh daging dan roh akan lenyap begitu manusia meninggal. Maka nikmatilah segala macam kenikmatan duniawi sebaik mungkin.

::>> Mereka percaya bahwa manusia itu hanyalah salah satu anggota dari kerajaan binatang yang kadang lebih baik dari yang berjalan dengan empat kaki berkat perkembangan intelektual dan spiritualnya, namun seringkali lebih buruk karena berkat hal yang sama telah menjadi yang paling menakutkan di antara hewan lainnya .

::>> Karena manusia hanyalah salah satu anggota dari kerajaan binatang, maka turutilah nafsu dan insting kebinatangan itu. Peredaman hawa nafsu adalah itu sebuah pengingkaran terhadap hakikat esensi manusia dan sebuah kesalahan besar.

::>> Manusia adalah yang paling berhak mengatur nasibnya sendiri. Doa dan harapan kepada sosok Tuhan yang diciptakan oleh manusia sendiri itu hanya membuang-buang waktu dan melemahkan manusia. Manusia hanya harus bekerja dan bekerja lebih keras untuk bisa merealisasikan apa yang diimpikannya. Yang kuat akan menang yang lemah akan tersingkir, maka balaslah lawanmu sesuai dengan apa yang pantas mereka terima „bila ditampar pipi kirimu, hajar pipi kanan lawanmu dengan lebih keras“.

Dengan paradigma „hidup hanya sekali dan harus dinikmati sebisa mungkin, dan hidupmu ada di tanganmu sendiri“ itu, maka mereka melegalkan segala bentuk egoisme, pembalasan dendam, hedonisme, hura-hura, mabuk-mabukan, seks bebas. Hal-hal yang oleh sebagian besar agama di dunia ini diharamkan.

Hal ini menjadi sangat „membebaskan“ untuk kehidupan di negara barat. Orang-orang yang selama ini terkungkung oleh perasaan bersalah karena melanggar peraturan agama dan norma saat melakukan hal-hal terlarang tersebut, merasa mendapatkan tempatnya. Dalam satanisme, semuanya itu legal dan boleh!!! Tak heran aliran ini semakin banyak pengikutnya di luar sana.

Kalau anda masih suka berhedon ria, masih suka memuaskan diri sendiri dengan segala kenikmatan duniawi, membalaskan dendam anda dengan membabi buta, anda telah dengan sukses menjalankan praktek Satanisme, apapun label religi yang anda berikan untuk diri anda sendiri.

Anggap tulisan ini sebagai sebuah khazanah saja, karena saat kita menemui satu hal yang merupakan antitesis dari apa yang kita percayai, kita sering kali menutup diri untuk sekadar tahu tentang hal tersebut dan memberikan label dengan mitos dan gambaran-gambaran yang bersifat menghakimi secara negative. Dengan mengerti apa yang sebenarnya terjadi, apa inti dari yang dianggap negatif itu, kita bisa membentengi diri dengan lebih hati-hati.

Kalau mau tidak menjadi seorang satanis, jangan sekadar menjauhi pentagram berkepala kambing, pisau hitam, musik heavy metal dan ritual aneh-aneh, jauhi juga esensi dari idealisme ini, dan hati-hati manifestasi ideology ini bisa berupa apa saja.

It’s all up to y’all then, don’t be a Satanist at all, be an anti-satanist, or recognize yourself as a Satanist, and be a good Satanist…buat tanda di dahi, dada, bahu kiri dan kanan dengan kusyuk, atau acungkan telunjuk dan kelingking ke udara dengan hikmat.

HIYEEEEEH…..*NB: saya mengambil gambar-gambar di atas dari beberapa website, klik gambarnya dan anda akan diredirect ke situs pemilik gambar tersebut.*

Iklan

Satu pemikiran pada “SATANISM (Sebuah Opini)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s